Seberapa Perih

Posted on Updated on

Bissmillaahirrahmaanirrahiim

Gimana rasanya jadi orang tua? Orang tua dalam keadaan sakit aja masih memikirkan nasib anak. Terus gimana rasanya jadi seorang anak? Apa juga begitu? Masih memikirkan orang tua dengan sepenuh hati?

Sekarang lagi denger kabar beberapa teman yang lagi dapat musibah. Dari anaknya yang sejak lahir hingga beberapa bulan tinggal di RS karena mengidap suatu penyakit hingga harus mengalami operasi, sampai seorang temen yang istrinya harus menjalani operasi juga. *Semoga segalanya mendapat yang terbaik*

Manusia ternyata tak lepas dari fase cobaan yang “dahsyat”. Tergantung kitanya tetap dalam jalan yang lurus, atau malah berpaling dan menghindar. Kalaupun tak kuat, mungkin obatnya kita harus selalu ingat tujuan hidup ini. Kenapa Allah SWT. menciptakan kita? Untuk apa? Apa untuk main-main? Kemana tujuan akhir perjalan hidup?

Wajar kalo tak semua manusia bisa memiliki kesabaran dan keikhlasan dengan sebenar-benarnya. Kadarnya mungkin berbeda-beda. Namun apa tak bisa ilmu sabar dan ikhlas dipelajari dan dimiliki? Apa kita tak pantas?

Sesuatu yang terbersit dalam benak, ada beberapa pertanyaan yang mungkin teman2 bisa juga menjawab. Seberapa atau apa yang harus dilakukan, marah, kecewa, perih, balas dendam, tidak terima, minta keadilan dengan membabi buta, senang, tenang2 saja, pura2 santai, diam saja, ikhlas atau bersyukur dll. dan kalaupun protes, kepada siapa kita harus protes, pada diri sendiri, pada orang yang bersangkutan atau pada Sang Pemilik Hidup, bila hal-hal seperti dibawah ini menghinggapi kita (kejadian ini hanya seumpama saja):

  • Motor/kendaraan kita terserempet gak sengaja.
  • Kehilangan duit 100.000
  • Kehilangan orang tersayang
  • Kehilangan cinta
  • Handphone dirusak temen / hilang
  • kehilangan waktu-waktu beribadah
  • Kehilangan rasa malu
  • Tidak mendapat pujian dari orang lain
  • Data kerjaan hilang
  • Orang lain kelihatan “bahagia”, sedang kita kelihatan gak “bahagia”.
  • Orang-orang korup
  • Pemerintahan gak seusai kemauan kita
  • dll… etc.

What we gonna do??…

Semoga semua orang-orang yang kita cinta selalu dalam naungan Ilahi. Semoga hati yang perih selalu diberi ketabahan dan keindahan. Semoga mendapat manfaat dan barakah dari segala jalan yang sulit. Semoga digolongkan menjadi orang2 yang sabar dan ikhlas.

Salam

————————-

PS titipan dari seorang temen: Jual Cepat, BU, Rumah Taman Aloha Blok A2/8 Sidoarjo, Lt/Lb.42/84, SHM, 1300Watt, Pagar+Taman, Telepon, PDAM, Bonus : AC Split, 150jt nego. Hubungi Rio. 031-70603102.

17 thoughts on “Seberapa Perih

    okta sihotang said:
    31 Oktober 2008 pukul 5:21 pm

    jaaaah, kena bgt tuh ke gw pada paragraf pertama😉

    marii…. syukurlah kita2 masih diberi kesadaran….

    siwi said:
    31 Oktober 2008 pukul 6:04 pm

    I love my parents too much and always wanna give all the best things for them, walau ga mungkin bisa membalas apa yang telah mereka berikan🙂
    Nice post..😛

    setuju sist… anak tetaplah anak, yang masih sering membutuhkan perlindungan ortu. Gimana caranya jadi anak yang baik.🙂

    Abeeayang™ said:
    31 Oktober 2008 pukul 6:23 pm

    aku nerimonan kok mas…. 😆

    syukurlah..😀

    Lumiere said:
    31 Oktober 2008 pukul 8:20 pm

    gimana ya rasanya *mikir*
    *tiba2 teringat sesuatu* ogah dilanjutin ah komennya….

    yaiks😯 yg terakhir itu apa?😆

    😆 ah gak usah dipirikin, tapi dirasakan.. loh?!?!

    maruria said:
    31 Oktober 2008 pukul 8:50 pm

    kadang-kadang manusia lupa bersyukur dikala mereka senang. ingat pada Tuhan hanya di saat susah..hhh..smoga kita masih termasuk ke dalam orang-orang yang bersyukur. Amiiiin…

    amiiin

    uwiuw said:
    31 Oktober 2008 pukul 10:21 pm

    heheh kalau kena cobaan allah, mungkin aku bikin film aja. Judulnya doa yg mengancam the sequell. Padahal film pertamanya aja norak dan mengajarkan hal bodoh kalau kita bisa mengancam allah yg maha besar. Bukankah sustradaranya asal banget hehehe sori OOT

    mungkin sutradarae bermaksud menyindir.. hehehe

    azacky said:
    1 November 2008 pukul 9:58 am

    semoga yang sakit lekas sembuh
    amien……………

    amiiin.. thanks man.. ente ra sambang ta? :

    Agung Mojosari said:
    1 November 2008 pukul 12:39 pm

    Amin…..

    amiin thks

    lumansupra said:
    1 November 2008 pukul 11:31 pm

    amin…
    moga kejadian yg ada di sekitar kita menjadi cermin dan pesan untuk jadi lebih baik…

    *postingane mas iki keren2 luh..

    amin. thks anyway..😀

    hidayat said:
    2 November 2008 pukul 6:08 am

    nih tentang seberapa perih atau PS sih?? (pura2 gak tau)he3x

    😆 .. yah perih gitu deh.

    verlita said:
    2 November 2008 pukul 8:07 pm

    aku jadi kangen papakuh…jadi kangen mama juga…pasti deh, mama lagi sedih mikirin aku yang alone di kostan…

    miss u mam…dad…real real miss u!!!

    waduh, baru jadi anak kost ya.?? ya udah buruan cari temen baru.🙂

    1nd1r4 said:
    3 November 2008 pukul 9:12 am

    Harus selalu diyakini bahwa Allah tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan umat-Nya dan setiap kejadian pasti ada hikmahnya🙂

    iya sist… thnks

    wi3nd said:
    3 November 2008 pukul 2:14 pm

    kejad!an apapun yan9 menimpa diri umat manusia selalu ada h!kmah,berart! DIA masih menyayan9i umatnya,…

    sabar&ikhlas…..

    cepat sembuh ya buat yan9 sakit,..

    amin.. thanks sist.. you got it.

    Annisa Mustikasari said:
    4 November 2008 pukul 8:33 am

    seberapa perih? perih banget?Samma perihnya.

    ooo.. gitu yo..?

    1nd1r4 said:
    10 November 2008 pukul 7:25 pm

    Manusia tak lepas dari khilaf, seringkali (termasuk saya) lupa bersyukur saat cobaan datang, padahal itu juga harus disyukuri karena mengajarkan kita untuk mensykuri saat rejeki datang. Semoga teman yg sedang mendapat musibah diberi ketabahan dan kesabaran mas

    amiinn

    jabon said:
    27 April 2010 pukul 9:57 am

    aminn bgt,,,,,
    thanks ea atas nasehat2y….

    jabon said:
    15 Juli 2010 pukul 1:09 pm

    sabar adalah kunci segalanya, karena itu tak semua orang mampu menanamkan sifat tersebut dalam dirinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s