Potret Nasib

Posted on Updated on

Malam masih menunjukkan pukul 21.00 an. Jalanan sedikit sepi, dingin, namun masih memiliki warna. Di sudut persimpangan, sebuah potret malam tersaji bak sebuah drama tak berujung. Perjuangan tiada ujungkah??

DSC00548
Nasib jajanan menunggu laku

DSC00550
Nasib Penjual menunggu pelanggan

DSC00553
Nasib Ibu dan sang buah hati, menghitung rejeki

3 thoughts on “Potret Nasib

    Lsya_Riani said:
    21 Mei 2008 pukul 5:34 pm

    GAP yang ad di antara manusia itu sungguh membuat jarak yang sangat jauh.
    Kemiskinan akan membuat masyarakat “kewalahan” untuk hidup😦

    Hidup adalah perjuangan kan ..🙂 syukur dan selalu tersenyum.

    Zulmasri said:
    21 Mei 2008 pukul 8:07 pm

    Suka jalan malam juga ya mas fisha…

    hmmm yah… malam adalah teman yang paling setia. Bikin hidup menjadi lebih hidup🙂

    Annisa said:
    27 Mei 2008 pukul 10:15 am

    mas alamat wordpressku kok g dimasukin sini seh ….. penganaktirian aku ini. Huaaaaaaaaaaaa

    hihihi lupa nek… lha kemarin blog loe gak aktif. neh dak tak masukin. punyakku masukin juga dong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s