Mengkavling Cinta

Posted on Updated on

semula ku tak tahu
engkau juga kan ingin memilikinya
bukankah ku lebih dulu
bila engkau temanku
sebaiknya tak mengganggu

…………..

Tulisan diatas adalah sepenggal bait dari lagu Yovie n the Nuno yang berjudul Dia Milikku. Lama-lama tersenyum juga saat mendengarkan syairnya. Lamunanku terbawa ke masa kuliah dulu. Disitu ada kata-kata “bukankah lebih dulu”. hihihi Seperti mengkavling aja ya. Mengkavling Cinta.

Tapi kurasa sebagian manusia pernah merasakan persaingan dalam merebut cinta. Dulu aku pernah merasakan seperti itu. Merasa jadi yang pertama pdkt, semua orang dilarang ikut-ikutan pdkt. Pokoknya gak boleh .. titik. Padahal sebelum ada kata-kata “Qobiltu Nikakhaha…” didepan penghulu, sah-sah aja setiap lelaki mendekat. Tapi kenyataannya? Dibelain berantem-berantem deh. Tapi yang susah kalo kasusnya diantara sahabat saling memperebutkan satu cinta. Mesti deh perang dingin tak terhindarkan. Biasanya sih gitu (base on true story:mrgreen: ).

Yah… itulah pelajaran hidup. Semua ternyata tergantung dari keikhlasan kita aja. Inget tadi khutbah Jum’at. Semua rejeki yang sudah tertulis untuk kita, tak akan mungkin akan lari ke orang lain. Begitupun sebaliknya, Rejeki yang sudah tertulis untuk orang lain, tak akan mungkin lari ke kita. So, rejeki gak kemana.

Jadi cinta itu rejeki juga kan?

5 thoughts on “Mengkavling Cinta

    raddtuww tebbu said:
    14 Maret 2008 pukul 6:38 pm

    heeh,, bnull,, cinta itu anugrah,, rejeki juga kan??

    yah.. Cinta tak harus memiliki, namun bersyukur masih diberi rasa cinta.🙂

    verlita said:
    15 Maret 2008 pukul 7:56 am

    cinta itu rejeki,tp rejeki yg harus dperjuangkan dgn doa jg slain dgn pdkt

    yeah, that’s good. Ntar kalo dah dapat dislametin, makan2. Yah itung2 sebagai bayar zakat.😆

    wennyaulia said:
    15 Maret 2008 pukul 1:51 pm

    jadi yang direbutin juga gak penak lho…

    Iyo. Bisane dia malah stress, menentukan pilihan yang mana. Tapi bersyukurlah cewek yang jadi rebutan. Daripada gak jadi rebutan:mrgreen:

    ratna said:
    17 Maret 2008 pukul 11:12 am

    wah, klo yang namanya kompetisi kayaknya dah lumrah ada, apalagi soal cinta…yang penting bersaing dengan sehat gpp kali ya…

    he eh😀 malu, masak gara2 cewek berantem, kayak anak kecil:mrgreen: . Dalam semua sisi kehidupan, berantem gak akan menyelesaikan masalah, kecuali menegakkan keadilan dan kebenaran. merdekaa….

    noki said:
    23 Maret 2008 pukul 6:31 pm

    cinta ditolak friendster bertindak(modern)
    cinta ditolak friendster bertindak(antik)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s