Interview with Anggie Bratadinata

Posted on

Sumber: babaflash.com

Model kerja di zaman internet benar-benar sudah berubah total di mana ruang dan waktu sudah tidak ada batasnya lagi. Dengan begitu semua orang tanpa memandang latar belakang akan mendapatkan manfaatnya bila mereka sudah menjadi anggota dalam dunia maya ini. Karyawan juga tidak harus datang ke kantor atau perusahaan tidak harus memiliki kantor di suatu gedung mewah. Dan inilah bisnis masa depan yang sudah dirasakan manfaatnya oleh Anggie Bratadinata yang lahir di Malang pada tanggal 1 Mei 1977.

Bapak dari satu anak ini mempunyai jabatan sebagai Senior Flash Engineer pada Trippert Labs, suatu perusahaan internasional yang kebetulan baru buka pada tahun 2007 di San Diego, United States. Ia sudah menjadi freelancer sejak tahun 2003 dan belum pernah bekerja tetap dengan perusahaan manapun secara normal, maksudnya kerja rutin dari jam 9 sampai jam 5 sore. Dan bergabung di Trippert Labs baru bulan Desember 2007. Sebelumnya ia bekerja di EyeSpot.com dari bulan April s/d Desember 2007 yang merupakan suatu portal video blogging dan infrastruktur CDN (Content Delivery Network) dengan model kerja yang mirip dengan Trippert Labs ini.

Walaupun perusahaan tempat mas Anggie bekerja berada di luar negeri, tetapi keberadaan fisiknya tetap di Malang, Indonesia. Dengan begitu mas Anggie tetap dapat bersama dengan istri dan bermain dengan anak tercinta.

Dan lebih mengejutkannya lagi, Direktur Bisnis dari Triplet Labs sendiri yang mengontak Anggie. Mereka menemukan informasi tersebut dari Forum Babaflash. Setelah itu mereka mencari informasi lebih lanjut melalui Google.com dan Linkedin.com. Tentunya mas Anggie direkomendasikan juga oleh bos tempat bekerja yang dulu di EyeSpot.com sehingga mendapat kepercayaan dari mereka. Triple Labs sendiri sudah membuka kantornya di Bangladesh, China, US dan akan berencana buka di indonesia yang akan difokuskan pada Flash/Flex engineering. Dan Anggie diminta oleh mereka sebagai Country Manager-nya.

Berikut wawancara Babaflash dengan Mas Anggie Bratadinata (AB)

Bisa diceritakan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja Mas AB di mana dan sebagai apa?

Wah, kalo latar belakang pendidikan ga ada yg bisa dibanggakan. Saya nggak punya latar belakang programming.

Semuanya saya pelajari sendiri. Otodidak gitu. Mulai dari web design, CSS, XHTML, web standards, actionscript, semua otodidak. Saya banyak membeli buku dari Amazon, sampai sekarang mungkin sudah sekitar Rp 10 juta yg saya habiskan utk beli buku.

Saya dulu pernah kuliah di Teknik Elektro Unibraw tapi nggak selesai. Nggak cocok & buat saya cuman buang2 waktu. Tapi mungkin saya aja yg malesnya ga ketulungan. haha

Tahun 2006 – 2007 saya ikut program diploma dari NIIT, India. Yang pegang franchisenya di Indonesia ada dua, yaitu Fasilkom UI & Teknik Elektro Unibraw. Saya ikut yg UI lewat Univ. Widyagama. Kalo yg ini sudah lulus. Programnya 4 semester, saya selesaikan dalam waktu 1.5 taun๐Ÿ™‚

Kalo urusan pendidikan, saya bukan orang yg patut ditiru … haha

Tapi di sisi lain, saya bisa membuktikan bahwa siapapun, tidak peduli tingkat pendidikan mereka, ijasah, lulusan mana, dsb. , bisa menjadi seorang profesional di bidang IT asalkan mau belajar dan kerja keras.

Kuncinya adalah skill, baik dalam hal teknis maupun non-teknis.

Untuk pengalaman kerja, saya juga ga punya. Saya ga pernah kerja di perusahaan manapun. Murni freelance sejak awal (2003)

Trippert Labs ini bergerak dalam bidang apa? Dan sudah berapa lama Anda bergabung dengan perusahaan ini?

Trippertlabs berdiri bulan Februari, 2007. Kalo nggak salah.๐Ÿ˜‰ Bergerak dalam bidang pengembangan RIA dan social games.

Sampai sekarang karyawannya ada 30+ orang tersebar di US, Kanada, Bangladesh, India, Pakistan, Indonesia, Cina, dan Jerman. Di Indonesia sendiri baru ada 4 orang; 2 di Jakarta, 2 di Malang. Rencananya kami merekrut 6 – 10 orang di Indonesia.

Bisa diceritakan apa saja tugas dan yang harus dikuasai untuk menjadi seorang Senior Flash Engineer seperti Anda?

SYARAT NON-TEKNIS:
– Bahasa Inggris. Hukumnya wajib. Nggak perlu fasih, yg penting bisa chatting & baca/tulis email dlm bahasa Inggris.
– Mampu bekerja secara team
– Nggak alergi terhadap kritik, percaya diri ( suka menabung, tidak sombong, dan baik hati adalah nilai plus … haha )
– Antusias belajar teknologi baru
– Nggak pernah puas dengan skill yg sekarang dimiliki
– Selalu menepati deadline dan berani bilang “tidak” kalau ada project dengan deadline yang impossible. Tentu dengan alasan yg jelas dan rasional.
– Punya sense of humor. Kadang hal ini perlu utk mengurangi tensi terutama saat bekerja dengan banyak orang dari negara lain

SYARAT TEKNIS
– Paham OOP & implementasinya
– Selalu mempraktekkan best-practices dalam membuat aplikasi & menulis kode
– Paham kelebihan & kekurangan Flash/ActionScript dan bisa menemukan cara yg efisien utk mengatasi kelemahan itu dan juga bisa menjelaskannya kepada orang-orang yang bukan Flash developer.
– Paham karakteristik *semua* data-type yang ada di ActionScript. Ini yang biasanya diabaikan oleh developer pemula, umumnya mereka cukup puas dengan sedikit memahami MovieClip.
– Menjadikan Flash Help/manual sebagai sahabat karib๐Ÿ˜‰

TUGAS SENIOR ENGINEER
– Desain arsitektur aplikasi bersama dgn back-end developer
– Memilih teknologi/platform yang terbaik untuk sebuah aplikasi
– Project management
– Mengkoordinir pekerjaan junior developers & designers
– Membimbing junior developer ke jalan yang benar
– Coding

Untuk merekrut orang-orang dari seluruh dunia, apalagi belum pernah ketemu sebelumnya tentu sangat sulit. Bagaimana cara mereka melakukan perekrutan itu dan bagaimana cara mengantisipasi kondisi seperti itu?

Sebelum menjadwalkan interview, kami di Trippert labs selalu meluangkan waktu untuk sekedar ngobrol dengan para kandidat. Dari situ kami bisa tau kemampuan mereka dalam berkomunikasi. Selain itu, kami juga memperhatikan portfolio mereka.

Kemudian interview yg pertama. Khusus untuk posisi Flash developer, saya yang bertugas untuk mewawancarai sekaligus menguji pengetahuan kandidat yang bersangkutan.

Jika kandidat ybs lolos tes dan saya memberi rekomendasi kepada Business Director, maka akan diatur jadwal interview yang kedua. Interview kedua ini dilakukan dalam bahasa Inggris oleh CEO Trippert Labs sendiri.

Proses yang sama dilberlakukan terhadap kandidat untuk posisi-posisi yang lain, misalnya Director, PHP developer, dll.

Bagaimana cara kerja mereka untuk briefing proyek ke tim yang orang-orangnya tersebar dari seluruh dunia?

Melalui email.

Bagaimana cara kerja mereka untuk mengetahui kemajuan suatu proyek dan mengatur tim tentang kerja mereka? Apakah ada seorang proyek manager yang mengatur jadwal dan kinerja Tim? Atau masing-masing orang dalam tim tersebut yang mengatur dan melaporkan kepada proyek manager?

Setiap project manager (senior engineer) diharuskan mengirimkan progress report via email. Jadwal kerja biasanya berdasarkan kesepakatan dengan mempertimbangkan deadline hasil kesepakatan dengan klien. Deadline dan milestones ditetapkan di awal dalam bentuk spreadsheet ( google spreadsheet ).

Budaya kerja online seperti ini tentunya juga harus merubah prilaku kita dalam bekerja. Mungkin dalam hal membuat jam kerja, komitmen terhadap diri sendiri atau orang lain, bisa menjaga kepercayaan orang. Bagaimana dengan pengalaman Anda?

Yang berat adalah komitmen. Kerja di rumah banyak gangguan, jadi sebaiknya kita punya ruang kerja sendiri yang tertutup. Dan segala sesuatunya harus dijadwal, baik waktu untuk kerja, keluarga, maupun waktu untuk kerja freelance.

Dan sebaiknya, walaupun kita bekerja di rumah, kita tetap berpakaian yang layak, seperti kalau kita kerja di luar rumah. Saya sendiri selama jam kerja selalu mengenakan celana panjang dan kemeja casual walaupun status saya adalah Drs. ( di rumah saja … haha ). Walaupun terkesan remeh, hal ini akan memberikan efek mental yang baik buat kita sendiri.

Dan ingat, “Once you go black, you’ll never go back”. Kejujuran adalah segalanya.


Kalau boleh tahu, rata-rata pendapatan yang Anda dapatkan berapa? Dan untuk pemula berapa? Tentunya hal ini untuk membuka wawasan orang sehingga tidak meremehkan model kerja online ini.

Pendapatan saya rata-rata sekitar US$1500/bulan dari gaji plus 1-2 proyek freelance. Untuk pemula, saya rasa bisa mendapatkan $200 – 500 per bulan secara rutin dan mungkin bisa mencoba ikut bidding (lelang) di portal seperti GAC (www.getacoder.com) atau RAC (www.rentacoder.com).

Apa suka dan duka kerja dalam model kerja seperti ini? Bisa diceritakan pengalaman dan apa yang Anda rasakan?

100% suka. Nggak ada duka sama sekali. Seperti iklan rokok, “Enjoy aja!”๐Ÿ™‚

Perusahaan yang baik adalah mereka yang selalu update akan teknologi terbaru, bagaimana mereka melakukan hal itu? Apakah mereka meminta stafnya untuk mencoba beberapa proyek dengan teknologi terbaru atau bagaimana?

Ya, kurang lebih begitu.

Contohnya di Trippert Labs, saya sebagai senior engineer adalah orang pertama yang diberi opsi untuk mengembangkan aplikasi dengan bahasa ActionScript 3.0. Hasilnya, sekarang saya sedikit alergi dengan AS2.0. Buat saya, AS2.0 adalah masa lalu.:-)

Dalam waktu dekat saya juga akan mencicipi Flex 2 atau 3.

Untuk orang Indonesia, kira-kira kemampuan apa yang sebaiknya mereka harus kembangkan sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar global ke depan?

Pertama, bahasa Inggris. Ini kelemahan paling mencolok dari developer kita. Nggak bisa bahasa Inggris, nggak bakal bisa jualan skill.

Kedua, bergabung dengan mailing-list atau forum diskusi internasional. Jangan lupa juga join http://www.linkedin.com , portal utk profesional di berbagai bidang. Semua itu bagus sekali untuk networking.

Ketiga, sisihkan uang untuk membeli buku-buku terbitan luar negeri. Dan jangan terpaku pada buku-buku Flash saja. Saya sendiri punya buku dengan berbagai topik, misalnya CSS, Ajax, coding practices, OOP.

Buku-buku Flash dan non-flash yang saya punya dan saya rekomendasikan utk Flash developer antara lain :

1. “Object Oriented Thought Process”, Matt Weisfeld, SAMS Developer’s Library
2. “Object Oriented ActionScript 2.0 for Flash 8”, Todd Yard et. al, Friends of ED
3. “Foundation ActionScript Animations”, Keith Peters, Friends of Ed
4. “Code Craft: The Practice of Writing Excellent Code”, Pete Goodliffe, No-Starch Press
5. “Essential ActionScript 3.0”, Collin Moock, O’Reilly
6. “AS3.0 Design Patterns”, William Sanders et.al, O’Reilly
7. “Head First Design Patterns”, Kathy Freeman et. al, O’reilly
8. “Head First Object Oriented Analysis and Design”, Brett D. McLaughlin et. al, O’Reilly
9. “Mathematics and Physics for Programmers”, Danny Kodicek, Charles River Media
10. “Flash Usability Handbook”, Ka-wai Cheung et .al, Friends of ED
11. “Flash 8 @ Work”, Phillip Kerman, SAMS Publishing
12. “Data Structures and Algorithm”, Robert Lafore, SAMS Publishing
13. “Beginning AS2.0 Programming”, Nathan Derksen et.al, Wrox

Untuk yang ingin belajar OOP, saya sarankan baca buku #1 dan #2.


Bisa tahu contoh hasil karya dan ruang kerja mas AB?

Di www.eyespot.com, bagian video player, mixer, & trimmer. Terus kunjungi juga di www.expertvillage.com, bagian video player. Setelah itu Facebook.com, ikut terlibat dalam pembuatan aplikasi yang bernama Bobbler

Foto ruang kerja saya ada di sini:
[ Klik di Flicker ]

Demikianlah interview Babaflash dengan mas AB, semoga bisa menjadi inspirasi bagi mereka yang ingin bekerja atau berusaha dengan model kerja seperti ini. Perusahaan Indonesia sampai saat ini mungkin belum ada atau belum banyak yang berani untuk mengimplementasikan sistem kerja seperti itu. Karena dibutuhkan komitmen dari keduabelahpihak dan sistem yang jelas sehingga tidak saling merugi.

Sekali lagi, mudah-mudahan dengan kasus nyata seperti ini bisa mendorong dan memotivasi perusahaan-perusahaan di Indonesia melakukan hal yang sama. Ini dapat jauh menghemat biaya dibanding dengan cara kerja konvensional.

Untuk para member Babaflash. Jangan malu-malu untuk menunjukkan hasil karya karena dengan begitu kita dapat membangun jaringan, dikenal orang dan lebih cepat untuk berkembang dan sukses. Kemudian ikut aktif juga dalam forum-forum diskusi sehingga orang bisa mengenal Anda juga. Buat website untuk menunjukkan identitas diri kita. Ini modal utama agar orang dapat melihat dan mengenal Anda. Internet akan membuat karya Anda keliling dunia.

Anggie Bratadinata | www.masputih.com |
Indonesia Senior Flash Engineer, Trippert Labs

NG: Masmu kandung yo San ?? he2

2 thoughts on “Interview with Anggie Bratadinata

    pinkparis said:
    11 Juni 2008 pukul 10:27 am

    Well, I’m one of those person. Head office ku ada di Canada tetapi mempunyai Production Center yang salah satunya ada di Jakarta. Dan aku berhubungan dengan klien dan team lain (baik developer maupun designer) yang ada di berbagai negara. Dan sampai sekarang so far so good.

    wah temennya bro Anggie ya??๐Ÿ˜† gajinya gede dong, pake dollar $$$$.

    strato said:
    18 Januari 2009 pukul 6:14 am

    salut banget sama mas AB. semoga bisa dijadikan inspirasi buat yang lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s